Kalender Akademik | Peraturan Akademik | Kampus Merdeka

Antara Toga dan Kartu ATM: Dilema Mahasiswa di Tengah Tuntutan Zaman

Senin, 08 Juni 2026

[Kanal Media UTAMA] Menjadi mahasiswa sering kali dipandang sebagai masa terbaik untuk belajar, bereksplorasi, dan membangun masa depan. Namun, bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia saat ini, kehidupan kampus tidak sesederhana menghadiri perkuliahan dan menyelesaikan tugas akademik. Di balik toga yang suatu hari akan dikenakan saat wisuda, terdapat berbagai perjuangan yang tidak selalu terlihat.

Bagi banyak mahasiswa, kampus telah menjadi ruang di mana berbagai tuntutan bertemu. Mereka dituntut untuk meraih prestasi akademik yang baik, aktif berorganisasi, mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, membangun jejaring profesional, hingga mempersiapkan karier sejak dini. Di saat yang sama, tidak sedikit mahasiswa yang juga harus memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Realitas ini dialami oleh banyak mahasiswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah hingga terbatas. Uang kiriman dari orang tua sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti biaya makan, tempat tinggal, dan transportasi. Sementara itu, kebutuhan lain seperti buku, kuota internet, perlengkapan kuliah, hingga biaya tak terduga tetap harus dipenuhi.

Dalam kondisi tersebut, bekerja sambil kuliah menjadi pilihan yang tidak dapat dihindari. Sebagian mahasiswa memilih menjadi barista, pengemudi layanan transportasi daring, staf toko, tutor, atau pekerja lepas di bidang digital. Hari-hari mereka diisi dengan jadwal yang padat: pagi mengikuti perkuliahan, sore hingga malam bekerja, lalu melanjutkan tugas dan kewajiban akademik ketika sebagian orang telah beristirahat.

Di tengah kesibukan tersebut, muncul pertanyaan yang sering kali terdengar sederhana namun menyimpan beban tersendiri: “Mengapa tidak aktif organisasi?”
Di banyak lingkungan kampus, mahasiswa yang aktif dalam organisasi sering dianggap memiliki nilai tambah. Pengalaman kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan keterampilan bekerja dalam tim memang merupakan bekal yang penting. Tidak sedikit perusahaan, program beasiswa, maupun kegiatan pengembangan diri yang menjadikan pengalaman organisasi sebagai salah satu indikator penilaian.
Namun, persoalan muncul ketika pengalaman organisasi diposisikan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan mahasiswa.

Mahasiswa yang bekerja sambil kuliah sering kali tidak memiliki waktu dan energi yang cukup untuk mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Bukan karena kurang peduli terhadap pengembangan diri, melainkan karena mereka harus menghadapi prioritas yang berbeda. Ketika sebagian mahasiswa menghadiri rapat kepanitiaan, sebagian lainnya sedang bekerja untuk memastikan kebutuhan hidup dan biaya pendidikan tetap terpenuhi.

Padahal, pengalaman bekerja selama masa kuliah juga memberikan pembelajaran yang tidak kalah berharga. Mereka belajar mengelola waktu, menghadapi tekanan, berkomunikasi dengan berbagai karakter, menyelesaikan masalah secara cepat, hingga memahami dunia kerja secara langsung. Keterampilan-keterampilan tersebut merupakan bentuk pembelajaran nyata yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

Ketimpangan kesempatan ini semakin terasa di berbagai perguruan tinggi, terutama di kota-kota besar. Mahasiswa yang memiliki dukungan finansial yang lebih baik umumnya memiliki ruang yang lebih luas untuk mengikuti pelatihan, kompetisi, kegiatan organisasi, hingga program pengembangan diri lainnya. Sementara itu, mahasiswa yang harus bekerja sering kali dihadapkan pada pilihan yang sulit antara mengejar pengalaman organisasi atau menjaga kestabilan ekonomi. Keduanya sama-sama berjuang. Namun, mereka memulai perjalanan dari titik yang berbeda.

Karena itu, penting bagi berbagai pihak untuk melihat realitas mahasiswa secara lebih utuh. Kampus, dunia kerja, maupun masyarakat perlu memahami bahwa setiap mahasiswa memiliki latar belakang dan tantangan yang tidak selalu sama.Perguruan tinggi dapat terus memperkuat berbagai bentuk dukungan bagi mahasiswa, mulai dari program beasiswa, bantuan pendidikan, kesempatan magang berbayar, hingga kebijakan akademik yang lebih fleksibel bagi mahasiswa pekerja. Dukungan tersebut bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan upaya menciptakan kesempatan yang lebih setara bagi seluruh mahasiswa.

Di sisi lain, dunia kerja juga dapat mulai memandang pengalaman mahasiswa secara lebih komprehensif. Pengalaman bekerja sambil kuliah merupakan bentuk pembelajaran yang sama berharganya dengan pengalaman organisasi. Keduanya mengajarkan keterampilan yang relevan dan dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia profesional.

Lebih jauh lagi, narasi mengenai mahasiswa ideal perlu dipahami secara lebih inklusif. Mahasiswa bukan hanya mereka yang aktif memimpin organisasi atau menjadi panitia berbagai kegiatan kampus. Sebagian mahasiswa juga menunjukkan kepemimpinan melalui tanggung jawab membantu keluarga, membiayai pendidikan sendiri, atau bertahan di tengah berbagai keterbatasan.

Pada akhirnya, tidak ada satu definisi tunggal tentang mahasiswa yang ideal. Setiap mahasiswa memiliki perjalanan, tantangan, dan bentuk perjuangan yang berbeda. Ada yang berkembang melalui organisasi, ada yang menonjol dalam bidang akademik, dan ada pula yang tumbuh melalui pengalaman bekerja sambil kuliah.

Seluruh pengalaman tersebut memiliki nilai yang sama dalam membentuk karakter, ketangguhan, dan kesiapan menghadapi masa depan. Oleh karena itu, yang perlu dibangun bukanlah kompetisi mengenai siapa yang paling ideal, melainkan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kondisinya masing-masing. Sebab di balik setiap toga yang akan dikenakan saat wisuda, terdapat cerita perjuangan yang layak dihargai.

Memahami berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini, Universitas Tama Jagakarsa berkomitmen untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan fleksibel bagi seluruh kalangan. Bagi kamu yang ingin tetap melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan, Universitas Tama Jagakarsa juga menyediakan Program Kelas Karyawan yang dirancang untuk mendukung mahasiswa dalam menyeimbangkan antara dunia kerja dan perkuliahan.

Dengan jadwal perkuliahan hanya 3 hari dalam 1 pekan sesuai kebutuhan mahasiswa pekerja, program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi generasi muda yang ingin terus berkembang secara akademik sekaligus membangun karier profesional.

Tertarik untuk melanjutkan pendidikan sambil tetap bekerja? Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai program studi, jalur pendaftaran, dan Program Kelas Karyawan Universitas Tama Jagakarsa melalui Instagram @utamajagakarsa_official.
Mari wujudkan masa depan yang lebih baik bersama Universitas Tama Jagakarsa, karena setiap perjuangan berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

penulis : Muhammad Badruz Zaman
bagikan :

Berita Sebelumnya

Antara Toga dan Kartu ATM: Dilema Mahasiswa di Tengah Tuntutan Zaman
UTAMA Buka Wawasan Global Mahasiswa Lewat International Seminar ESG
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hadiri Wisuda ke-XIX Universitas Tama Jagakarsa: Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dan Inovasi di Era Global
  1. Materi PKKMB 2025-2026 - Menuju PT Bebas Kekerasan Download File
  2. Materi PKKMB 2025-2026 - Proses Administrasi Keuangan Download File
  3. Materi PKKMB TA 2025-2026 Download File
  4. Materi PKKMB 2025-2026 - Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia Download File
  5. Materi PKKMB 2025-2026 - Sikap Mahasiswa sebagai Insan Intelektual Download File
  6. Materi PKKMB 2025-2026 - Perguruan Tinggi Menghadapi Era Society 5.0 Download File
  7. Materi PKKMB 2025-2026 - Pengembangan Karakter Mahasiswa Download File
  8. Materi PKKMB 2025-2026 - Kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Kesadaran Bela Negara Download File
  9. Materi PKKMB 2025-2026 - Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Download File
  10. Form Cuti Akademik Download File

We Are Hiring!
Fakultas Psikologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tama Jagakarsa membuka lowongan dosen tetap dengan kualifikasi sebagai berikut:

  1. Pendidikan minimal S2  dari Program Studi terakreditasi dan terdaftar pada PdDikti;
  2. Belum memiliki NIDN;
  3. Tidak tercatat sebagai dosen tetap/ pegawai tetap pada instansi lain.
  4. Memiliki dedikasi tinggi dalam mengajar;

Kirimkan lamaran yang berisi CV, fotokopi ijazah, dan transkrip akademik dari pendidikan terakhir langsung ke Sekretariat Universitas Tama Jagakarsa.

Tuliskan nama beserta alamat lengkap dalam amplop coklat dengan menyertakan fakultas dan prodi yang dituju.

Lamaran ditunggu paling lamabat sebelum Juni 2019.

  1. Angkatan 01-2026 Download File
  2. 2025 GNP-eSertifikat Legal Opinion Download File
  3. 2025-GNP-eSertifikat_Web Design_Angkatan 01 Download File
  4. 2025-GNP-eSertifikat_Android_Angkatan 01 Download File
  5. 2026-GJL-eSertifikat_PKI dan Analisis Data Download File
Bootstrap
alamat : Jln. Letjen T.B. Simatupang No.152 Tanjung Barat Jagakarsa - Jakarta Selatan 12530 telp : (021) 7890 634, 789 0965, 788 31838 fax: (021) 789 0966

© 2026 utama All Rights Reserved